SENTANI- Hari ini tanggal 21 Februari 2019, bertempat di Aula Lt. 2 DInas Kesehatan Kabupaten Jayapura dilaksanakan Pembekalan Kader Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) untuk layanan Penyakit Tidak Menular di Kabupaten jayapura. Salah satu kebijakan Penanggulangan Penyakit Tidak Menular seperti Hipertensi, Diabetes Melitus, dan layanan penyakit kejiwaan memerlukan peran serta masyarakat yang kuat melalui kader posbindu.

Tahun 2018, DInas Kesehatan Kabupaten Jayapura telah melaksanakan SPM Kesehatan terbaru yang diamanatkan Permenkes No. 43 tahun 2016 dan dibaharui melalui Permenkes No. 4 tahun 2019 dimana dari 12 indikator SPM Kesehatan, 5 indikatornya sangat berhubungan dengan layanan yang dilaksanakan melalui Posbindu yaitu :

  1. Persentase Penemuan  dan Penanganan Kasus Tekanan Darah Tinggi/Hipertensi sesuai standard
  2. Prosentase Penemuan dan penanganan Kasus Orang dengan Gangguan Kejiawaan
  3. Prosentase penemuan dan penanganan kasus Diabetes Melitus Sesuai Standard
  4. Prosenstase Usia 15-59 tahun mendapat screening kesehatan Sesuai Standard
  5. Prosentase Usia Lansia mendapat screening kesehatan Sesuai Standard

Kabupaten Jayapura mencatat bahwa tahun 2018 telah melaksanakan pengobatan bagi kasus penyakit Hipertensi, Diabetes melitus dan orang dengan gangguan Jiwa berat melalui aktifnya 46 Posbindu.

Melalui posbindu tersebut 100 % sasaran penderita Hipertensi ditemukan dan ditangani melalui kinerja puskesmas. Selain itu, beberapa puskesmas telah melaksanakan pengobatan bagi masyarakat dengan gangguan jiwa berat yang bekerjasama dengan RS Jiwa Abepura dan menemukan serta mengobati 74 pasien, selain itu 1411 pasien diabetes melitus telah terjaring dan ditangani oleh petugas puskesmas sepanjang tahun 2018.

Oleh karena itu, peran kader dalam pelaksanaan Posbindu di Kabupaten Jayapura harus ditingkatkan sehingga pembekalan kader di 12 distrik bersama petugas kesehatan diperlukan agar pelaksanaan posbindu di tahun 2019 dapat berjalan lebih baik.

Kegiatan ini mengundang masing-masing 4 orang kader dari 12 distrik dan diharapkan pada tahun 2019, target 58 posbindu dapat aktif untuk memberikan layanan kesehatan berupa skrining kesehatan terutama bagi umur 15-59 tahun dan masyarakat lanjut usia (diatas 60 tahun) sekaligus memberikan pengobatan terhadap kasus yang ditemukan.

Follow and Share:

2 thoughts on “Sinergitas Masyarakat dan Petugas Kesehatan untuk Pencapaian SPM Kesehatan”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *