SENTANI-

Dahulu, ada mitos mengatakan bahwa bahwa memiliki perut buncit sebagai tanda kemakmuran. Padahal kenyataannya, memiliki lingkar pinggang besar (perempuan > 80 cm dan pria > 90 cm) merupakan salah satu risiko penyakit tidak menular (PTM).

Fenomena saat ini, jumlah PTM menggeser penyakit menular di pelayanan kesehatan. Hal ini terjadi akibat perubahan pola hidup masyarakat yang tidak sehat, contohnya kurang aktivitas fisik atau kurang konsumsi buah dan sayur.

Menurut Wakil ketua perhimpunan ahli penyakit dalam indonesia (PAPD), Dr. dr. Ari Fachrial Syam, Sp.PD, K-GEH, menekankan bahwa pencegahan PTM perlu dilakukan sedini mungkin. Fokusnya adalah jangan sampai muncul tanda atau gejala PTM. “Kalau sudah muncul nyeri sendi, nyeri dada, dan gejala PTM lainnya, sudah terlambat sebenarnya. Sudah muncul tanda dan gejala itu artinya faktor risiko sudah berlangsung sejak lama”, tutur dr. Ari.

Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura melalui Seksi Pencegahan Penyakit Tidak menular dan Kesehatan Jiwa melaksanakan kegiatan skrining rutin kesehatan bagi ASN di lingkungan DInas Kesehatan kabupaten jayapura dan beberapa ASN di Kantor Bupati Jayapura. Hal ini dilakukan untuk memberikan contoh pentingnya cek rutin kesehatan kepada masyarakat sekaligus melihat profil kesehatan pegawai dinas kesehatan.

Kegiatan yang dimulai setelah apel pagi tersebut dimulai dengan pemeriksaan Kepala Dinas Kesehatan Kab Jayapura, Bapak Khairul Lie, SKM, M.Kes dan diikuti seluruh ASN yang bekerja pada hari tersebut. Pemeriksaan yang dilakukan berupa pengukuran Berat Badan dan tinggi badan, Lingkar Perut, Pemeriksaan kolesterol, gula darah dan asam urat. selain itu juga dilakukan pengukuran tekanan darah.

Hasil pemeriksaan diperoleh data bahwa dari 55 ASN yang diperiksa, diperoleh hasil sebagai berikut :

Pemeriksaan/Skrining tersebut sudah menjadi Standard Pelayanan Minimal Kesehatan bagi pembangunan kesehatan di Kabupaten Jayapura. sehingga sejak tahun 2018, Dinas Kesehatan Kabupaten jayapura telah melaksanakan pelayanan skrining kepada masyarakat usia 15-59 tahun serta masyarakat Lanjut Usia melalui pelayanan Posbindu dan poslansia di kampung-kampung. Peran Serta masyarakat untuk memeriksakan diri ke posbindu dan poslansia diharapkan dapat mencegah dan mengendalikan penyakit tidak menular di masyarakat.

Follow and Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *