Mobile Klinik. Itu de pu nama. sebuah kegiatan untuk memberi keadilian dan pemerataan  pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Kabupaten Jayapura. Mobile Klinik hanya untuk mereka yang tinggal di daerah terpencil dan untuk menjangkau masyarakat disana kita hanya bisa lewat udara, jalan kaki atau deng perahu saja.

Emang masih ada ka, daerah seperti itu di Kabupaten Jayapura? Jawabannya adalah ya..! masih ada daerah yang tidak ada akses jalan raya, toko, kios, televisi bahkan sekolah. Kami bukan saja menyaksikan semua keterbatasan ini disana, kami juga ikut menikmatinya, gelap gulita di waktu malam, nyanyian burung dan kabut tebal di pagi hari, mencari ikan di kali sampai memberi motivasi dengan metode pemicuan menyangkut masalah kesehatan yang strategis sesuai dengan keadaaln lingkungan, gizi, kesehatan primer yang terus kami lakukan guna memenuhi kebutuhan kesehatan mereka dalam bentuk promotif ataupun preventif.

Tahun 2015 sa ikut kegiatan ini, kami terbagi dalam 10 (sepuluh) tim sesuai dengan jumlah kampung sasaran yang akan kami tuju. Kami di sebut tim Muaburaron, sesuai dengan kampung sasaran tim kami. Muaburaron ini adalah sebuah dusun di Kampung Umron, Distrik Kaureh (Lereh) Kabupaten Jayapura. Kampung Umron yang biasa  disebut Ures ini hanya bisa di akses dengan Helikopter. Kampung Umron terbagi dalam 2 RW, yaitu RW 1 di Ures dan RW 2 di dusun Muaburaron.

Muaburaron terletak di sungai Jagwa yang bermuara di Mamberamo ( diantara Penta dan Pouw) dari Muaburaron ke Ures jaraknya 3 malam 4 hari jalan kaki, perjalanan ke Lereh sekitar 1 minggu 2 hari, kalo ke Bonggo (Kab Sarmi) sekitar 2 minggu, dan kalo ke Ubrub (Kab Keerom) sekitar 4 hari jalan kaki, itu rute jalan kaki yang biasa masyarakat Muaburaron dong jalan selain kampung-kampung lain di sekitarnya yang berjarak ratusan kilo meter.

Waktu sampe di tempat ini, sa liat dari helikopter macam trada kampung di bawah sana, yang ada hanya hutan belantara yang terhampar luas tanpa ada tanda-tanda kehidupan manusia disana. Helikopter su mulai landing baru mulai kelihatan orang-orang dari dalam hutan dong keluar.

Data awal kami menunjukkan bahwa dari semua masyarakat yang ada saat itu  98% masyarakat tra sekolah. Kesehatan yang memprihatinkan, tra pernah ada akses pemerintah ke tempat ini. dong masak, minum, cuci piring dan cuci pakaian deng air dari sungai Jagwa, sungai ini sama deng sungai Mamberamo, Nawa, dan Grime yang de pu warna sama deng kopi susu.

Senyum-senyum bahagia sa liat jelas skali dari dong pu muka waktu tong sampe, sa ingat skali pace Ondo A. Bitaba de blg “kam ini orang pertama yang datang kesini, nanti kalo kam pulang kase tau kalo ketong ada disini” pesan yang singkat tapi sa terharu skali, sa harap teman2 yang baca ini bisa terus sampaikan Bpk Ondo A. Bitaba pu pesan singkat ini.

 

 

 

 

SUMBER : Thomas Mebri

Follow and Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *