Buah merah (Pandanus conoideus) merupakan jenis tanaman yang termasuk ke dalam famili pandanaceae dan ditemukan secara endemik di Provinsi Papua dan Papua Barat. Buah ini, memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai salah satu sumber fitofarmaka Indonesia. (Ayomi, 2015)

Kandungan dan Pemanfaatan Buah Merah

1. Kandungan Bahan Obat

Budi (2001), mengemukakan bahwa buah merah mengandung zat-zat gizi bermanfaat dalam kadar tinggi, diantaranya betakaroten, tokoferol, asam oleat, asam linoleat, asam linolenat, dan dekanoat, yang merupakan senyawa-senyawa obat aktif. Hasil penelitian yang dilakukan Budi terhadap buah merah menunjukan kandungan senyawa kimia sesuai tabel di bawah ini :

Kandungan karoten dan betakaroten semuanya antioksidan yang berfungsi meningkatkan daya tahan tubuh. Itu karena adanya interaksi antara vitamin A yang bersumber dari karoten dan betakaroten dengan asam amino pada protein. Betakaroten juga berfungsi memperlambat berlangsungnya penumpukan flek pada arteri. Jadi aliran darah ke jantung dan otak berlangsung tanpa sumbatan. Sedangkan asam lemak dalam buah merah merupakan antibiotik dan antivirus alami yang kuat, yang aktif melemahkan dan meluruhkan membran lipida virus serta mematikannya. Bahkan, virus tak diberi kesempatan untuk membangun struktur baru sehingga tak bisa melakukan regenerasi (Redaksi Trubus, 2005). Menurut praktisi pengobatan tradisional, buah berwarna cenderung memiliki betakaroten berkadar tinggi. Tingginya kadar antioksidan itu memungkinkan buah memiliki efek anti kanker yang kuat. Di dalam tubuh antioksidan mampu menangkal dan memutus rantai radikal bebas-senyawa karsinogen penyebab kanker dan tumor (Anonim, 2004).

2. Pemanfaatan Buah Merah
a. Manfaat Sebagai Obat

Beragam senyawa kimia yang terdapat dalam buah merah terbukti berkhasiat dalam membantu mengobati berbagai penyakit sebagai berikut :

Kanker dan Tumor

Penyakit kanker atau tumor disebabkan oleh ketidakteraturan perjalanan hormon yang mengakibatkan tumbuhnya daging di jaringan tubuh normal. Kanker ini bisa menyerang bagian tubuh manapun. Misalnya di rahim, payudara, bahkan otak. Penyakit kanker yang sudah parah bisa menyebabkan kematian. Peran buah merah dalam membantu penyembuhan kanker ini karena kandungan tokoferol yang mencapai 11.000 ppm dan betakaroten yang mencapai 7.000 ppm. Kedua senyawa kimia ini bekerjasama sebagai antioksidan dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Sebagai antioksidan, kedua senyawa ini beperan mencegah dan menekan pembiakan sel-sel kanker. Omega 3 yang terkandung di dalam buah merah juga bisa berfungsi memperbaiki jaringan sel yang rusak. Pemakaian sari buah merah untuk membantu penyembuhan kanker ini sebaiknya dikombinasikan dengan herbal lain seperti temu putih, temu mangga, sambiloto, ciplukan, jinten hitam, jombang, pegagan, dan keladi tikus yang bisa membunuh sel kanker.

HIV/AIDS

Salah satu senyawa kimia yang ada di dalam sari buah merah adalah tokoferol atau vitamin E yang mencapai 11.000 ppm (dengan catatan pengolahannya benar dan tidak melalui proses pemanasan yang tinggi dalam waktu lama). Tokoferol dan betakaroten inilah yang berfungsi sebagai antioksidan dan bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh sebagai masalah utama pengidap HIV/AIDS. Kedua senyawa ini juga bisa menangkal radikal bebas, sehingga dengan sistem kekebalan tubuh yang meningkat inilah pasien pengidap penyakit AIDS diharapkan bisa melawan penyakit ikutan yang menyerang. Tokoferol dan betakaroten tersebut akhirnya juga berkombinasi untuk memecah senyawa asam amino yang dibutuhkan oleh HIV, sehingga virus tersebut tidak memperoleh makanan untuk kelangsungan hidupnya. Protein yang tinggi di dalam buah merah juga bisa membantu asupan protein yang diperlukan oleh penderita AIDS. Kombinasi dengan pegagan dan sambiloto juga bisa dilakukan, karena pegagan bisa berfungsi sebagai antivirus dan sambiloto sebagai antibiotik.

Darah Tinggi

Jantung berfungsi sebagai pemompa darah, bila jantung tidak berjalan sebagaimana mestinya sehingga memompa darah terlalu cepat, dapat menyebabkan penyakit yang dinamakan penyakit tekanan darah tinggi. Salah satu pemicu gejala ini adalah darah kekurangan oksigen dan atau oksigen yang terlalu kental. Tekanan darah tinggi yang dibarengi dengan penyempitan pembuluh darah bisa mengakibatkan stroke. Peran tokoferol alami dalam buah merah inilah yang kemudian bekerja mengencerkan darah dan memperlancar sirkulasi darah, sehingga kandungan oksigen dalam darah menjadi normal.

Asam Urat

Penyakit asam urat terjadi karena fungsi lever tidak berjalan sebagaimana mestinya, sehingga lever memproduksi asam urat berlebihan. Asam urat ini kemudian tertampung di dalam ginjal dan menjadi batu, selanjutnya melalui aliran darah dibawa ke tubuh dan mengumpul, terutama di ujung-ujung jari tangan dan kaki. Peran tokoferol dalam hal membantu penyembuhan asam urat adalah mengencerkan dan memperlancar aliran darah, sehingga memperbaiki sistem kerja lever. Sistem kerja lever yang benar ini kemudian bisa mengurangi produksi asam urat dan memperbaiki daya kerja jantung. Meskipun sudah mengonsumsi sari buah merah, penderita penyakit asam urat harus tetap melakukan diet dengan berpantang makanan yang bisa memicu penyakit asam urat.

Stroke

Stroke adalah penyakit yang menyerang otak. Penyakit ini biasanya disebabkan oleh darah yang membeku dan dibarengi dengan penyempitan pembuluh darah. Penyakit tekanan darah tinggi juga menjadi salah satu pemicu penyakit ini. Jika tekanan darah meningkat, darah menggumpal, dan terjadi penyempitan pembuluh darah, suplai darah ke otak menjadi berkurang. Peran buah merah adalah mencegah dan membantu pengobatan serangan stroke. Senyawa kimia yang berperan adalah tokoferol yang ada dalam buah merah yang berfungsi mencegah pengggumpalan darah dengan mengencerkannya. Efeknya, penggumpalan darah bisa dihindari sehingga aliran darah ke otak menjadi lancar.

Gangguan Pada Mata

Penyakit yang sering menyerang mata, seperti kebutaan sementara dan penyakit rabun, biasanya disebabkan tubuh kekurangan vitamin A. Sementara itu, vitamin A tidak bisa diproduksi sendiri oleh tubuh. Di sinilah peran betakaroten yang diserap oleh tubuh kemudian diubah menjadi vitamin A.

Diabetes Mellitus

Penyembuhan diabetes ini bisa dibantu dengan cara mengonsumsi minyak buah merah karena adanya vitamin E alami atau tokoferol yang dikandungnya. Tokoferol dalam buah merah ini akan memperbaiki kerja pankreas, sehingga fungsinya untuk menyekresi insulin menjadi sempurna.

Osteoporosis

Osteoporosis atau pengeroposan tulang biasanya menyerang kaum lanjut usia. Penyebab osteoporosis adalah tubuh kekurangan kalsium, sehingga tubuh mengambil kalsium dari tulang dan menyebabkan tulang menjadi keropos. Kemampuan buah merah mencegah dan membantu penyembuhan osteoporosis disebabkan sari buah ini mengandung kalsium yang tinggi. Dalam setiap 100 gram buah merah segar terkandung 54.000 mg kalsium. Dalam mencegah dan membantu penyembuhan osteoporisis, sebaiknya mengonsumsi buah merah dalam bentuk pasta, buah merah segar, dan minyak buah merah.

Meningkatkan Libido atau Aprodisiak

Secara testimonial sari buah merah banyak membantu meningkatkan libido seksual kaum laki-laki. Hasil percobaan yang dilakukan terhadap 10 orang laki-laki berbagai tingkat umur,menunjukkan pengaruh yang berbeda-beda, tergantung pada kondisi fisiknya. Ada yang bereaksi 15 menit setelah meminumnya, ada yang satu jam atau dua jam, dan ada juga yang tidak bereaksi sama sekali. Vitamin E dalam jumlah yang tinggi pada buah merah tersebut bisa membantu meningkatkan produksi sperma, terutama bagi laki-laki yang produksi spermanya kurang. Kombinasi antara vitamin E tinggi dan jumlah energi yang mencapai 360 kalori dalam buah segar inilah yang diduga bisa berperan sebagai aprodisiak.

Membantu Meningkatkan Kecerdasan

Salah satu cara membantu meningkatkan kecerdasan otak manusia adalah dengan merangsang pertumbuhan otak bayi sejak dalam kandungan dan dalam masa pertumbuhan. Salah satu caranya adalah dengan mengkonsumsi asam esensial berupa omega 3 dan omega 6. Keduanya harus dikonsumsi bersama-sama agar daya kerjanya efektif. Senyawa omega 3 dan omega 6 tersebut terdapat dalam buah merah sebanyak 7,8% dan 8,8%. Omega 3 dan omega 6 tersebut bisa merangsang daya kerja otak yang berlanjut meningkatkan daya kecerdasan otak. Minyak buah merah untuk meningkatkan daya kerja otak ini bisa dikonsumsi dalam bentuk minyak atau dipakai sebagai minyak goreng saat menumis masakan. Sementara itu, anak-anak dianjurkan mengonsumsi sebanyak satu sendok teh sekali sehari.

Secara testimonial, sari buah merah ini juga banyak membantu penyembuhan penyakit lain seperti ambeien, maag, wasir, dan gangguan pada paru-paru. Pasien yang menderita ambeien selama tiga tahun, hanya dalam waktu dua minggu penyakitnya sudah sembuh secara total. Demikian pula dengan gangguan pada paru-paru, termasuk flek pada paru-paru juga menjadi hilang setelah mengonsumsi minyak buah merah ini. Sampai sekarang belum ada patokan atau standar dosis pemakaian minyak buah merah. Untuk sementara, dosis yang digunakan berbeda-beda, tergantung pada kondisi dan medical record setiap individu. Mengonsumsi sari buah merah dalam bentuk minyak ini sebaiknya dicoba dahulu sebanyak satu sendok teh atau sekitar 3 ml. Pemakaian bisa dilakukan sebelum makan, karena dari beberapa kasus, banyak pemakaian sari buah ini yang mengalami mual dan muntah. Minyak buah merah yang diproses dengan pemasakan terlalu lama dengan suhu tinggi juga dikhawatirkan akan menjadikan lemak jenuh yang berbahaya. Pada beberapa kasus, pasien yang mengonsumsi minyak buah merah ini bertambah gemuk dan bobot badannya meningkat 4 kg dalam tiga minggu. Banyak juga yang kolesterolnya naik. Karenanya, dianjurkan berhati-hati dalam mengonsumsi produk ini. Sebagai alternatif konsumsi, minyak buah merah ini juga bisa dipakai sebagai pengganti minyak goreng saat memasak. Sementara itu, untuk mencegah kemungkinan hilangnya tokoferol dan betakaroten dalam proses pemasakan, bisa juga dikonsumsi pastanya.

b. Manfaat Sebagai Tanaman Konservasi

Tanaman buah merah dapat menjadi salah satu alternatif tanaman yang dikembangkan untuk konservasi lahan hutan, karena tanaman ini dikonsumsi oleh masyarakat sehingga mereka ikut menjaga tanaman ini. Penyebaran tanaman buah merah yang hampir merata dari dataran rendah sampai dataran tinggi serta dapat tumbuh di berbagai kondisi menjadikannya sangat mudah dalam penanganan dan tidak memerlukan banyak tenaga dan biaya dalam pemeliharaan tanaman. Sifat tanaman buah merah memiliki daya serap air yang tinggi dan bisa menyimpan air dalam waktu yang lama.

c. Manfaat Sebagai Sumber Pangan

Buah merah dapat dijadikan alternatif bahan pangan karena dapat digunakan sebagai pengawer sagu, pengganti ubi jalar, saus dan pewarna makanan alami. Buah hasil panen diolah secara tradisional oleh masyarakat untuk dijadikan makanan, misalnya santan, sambal dan minyak goreng. Bahan makanan pengganti ubi jalar ini sesauai hasil penelitian Puslitbang Gizi, Departemen Kesehatan, bernilai gizi cukup baik, terutama kandungan lemak dan proteinnya (Sumarni, 1998). Ketika kekeringan melanda Wamena tahun 1997, banyak terjadi bencana kelaparan dan buah merah dijadikan salah satu cadangan makanan yang dikonsumsi oleh masyarakat Wamena saat itu (Yahya dan Wiryanta, 2005).

d. Komoditas Penggerak Perekonomian rakyat

Sejak khasiat dan manfaat buah merah untuk mengobati berbagai jenis penyakit diketahui oleh masyarakat luas, komoditas ini telah mampu menggerakkan perekonomian masyarakat. Hal ini karena banyaknya industri pengolahan buah merah yang berkembang dan berbagai toko di Indonesia menjajakan minyak buah merah. Kondisi ini merupakan sebuah peluang yang bisa ditangani untuk mendongkrak ekonomi masyarakat, khususnya di Papua dan Maluku. Selain itu bahan kerajinan yang dihasilkan dari daun, kulit batang dan akar tanaman buah merah juga dapat menjadi penghasilan tambahan bagi masyarakat.

e. Sumber Plasmanutfah

Buah merah yang termasuk tanaman endemik, akan makin memperkaya keanekaragaman hayati. Oleh sebab itu budidaya tanaman buah merah sangat dibutuhkan untuk menjaga kelangsungan hidup plasmanutfah di Indonesia.

Sekian artikel mengenai manfaat buah merah, semoga dapat membantu. Terima kasih telah membaca.

 

Sumber :

Anonim,. 2004. Kaya Senyawa Antioksidan. Trubus 417-Juni/XXXX. Hal.46-47.

Ayomi, A. F. M., 2015. Buah Merah (Pandanus conoideus) terhadap Penyerapan Zat Besi (Fe) dalam Duodenum. J Agromed Unila, Volume 2 Nomor 2, pp. 90 – 93.

Budi, M dan F. R. Paimin,. 2004. Buah Merah. Penebar Swadaya. Jakarta.

Makaruku, M. H., 2008. Kajian Agronomi dan Pemanfaatan Buah Merah. Jurnal Agroforestri, Volume 3 Nomor 2, pp. 126 – 132.

Redaksi Trubus. 2005. Buah Merah Bukti Empiris dan Ilmiah. Penebar Swadaya. Jakarta.

Yahya, H. M dan T.W. Wiryanta, 2005. Khasiat & Manfaat Buah Merah. PT. Agromedia Pustaka.Jakarta.

Follow and Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *