SENTANI – Hal ini terlihat dalam pertemuan Penyegaran Koordinator Imunisasi dan Bidan Koordinator pada tanggal 20-21 Maret 2018 di Aula Lt.2 Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura. Pertemuan yang berlangsung selama 2 hari tersebut menghadirkan Narasumber dari Dinas Kesehatan provinsi papua serta Dokter Spesialis Anak RSUD Yowari.

Upaya Imunisasi telah dilaksanakan sejak tahun 1956 dan merupakan program kesehatan masyarakat yang terbukti paling cost effective. Dengan Imunisasi, telah terbukti beberapa penyakit telah diberantas secara signifikan yaitu pada tahun 1974 untuk penyakit cacar, dan 1995 untuk polio indigenous.

kabupaten Jayapura melalui DInas Kesehatan telah menggerakkan pelayanan Imunisasi sampai ke kampung-kampung. melalui Dana BOK Puskesmas/DAK Non FIsik APBD, pelayanan imunisasi dilakukan disetiap kampung untuk mencapai indikator keberhasilan yaitu Kampung UCI dan Imunisasi Dasar Lengkap diatas 80 %. Pada tahun 2017 tercatat dalam profil Kesehatan bahwa Kabupaten Jayapura telah mencapai 84.03 % dari 144 Kampung/Kelurahan. Sedangkan Imunisasi Dasar Lengkap pada tahun 2017 mencapai diatas 95 %.

Tahun 2018, Kabupaten jayapura akan melaksanakan Pekan Imunisasi Rubella dan diperlukan sinergitas antara bidan dan pelaksana imunisasi. Selain itu pelaksanaan Imunisasi Hb0 yang menjadi indikator Imunisasi Dasar Lengkap memerlukan kerjasama yang baik diantara kedua program ini. Sehingga kendala-kendala di lapangan dapat diminimalisir dengan kesepakatan pelaksanaan kegiatan yang ditentukan. Tak kalah pentingnya adalah sistem pelaporan. Pada kegiatan ini, disegarkan sistem pelaporan yang bersifat sinergis oleh kedua koordinator program sehingga hasil laporan yang ada tidak bertentangan atau sinkron.

Pertemuan dibuka oleh Kepala DInas Kesehatan kabupaten jayapura dan dimeriahkan dengan pemberian hadiah-hadiah sebagai reward atas kinerja yang telah dilaksanakan

Follow and Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *